Jasa Jemputan Karyawan Kantor



Ada berita gembira yang diterima pemerintah kota Jakarta beberapa saat lalu. Yaitu mengenai turunnya tingkat kemacetan di Jakarta. Turun sebesar 8% dari tahun 2017 lalu, Jakarta kini menempati urutan ke 7 dari 403 kota di seluruh dunia. Menurut Tom Tom Traffic Index, rerata tingkat kemacetan tahun 2018 hanya sebesar 53%. Lalu, apa hubungannya dengan jasa jemputan karyawan kantor?
Kita pasti sama-sama mengetahui bahwa saat ini, Jakarta bukanlah kota industri barang, melainkan kota administrasi, jasa, dan perdagangan. Tentu ini dapat dipahami mengingat Jakarta kini sudah hampir menjadi megapolitan. Jadi bidang industri barang dan manufaktur diletakkan di  kawasan sub-urban atau kota satelit di sekitarnya. Karena itu tipe pekerja di Jakarta adalah pekerja kerah putih. Tentunya, jasa yang dibutuhkan adalah jasa jemputan karyawan kantor, bukan karyawan pabrik.

Beda Karakter Karyawan Kantor dan Karyawan Pabrik

Ada beberapa perbedaan antara pekerja kantor dan pekerja pabrik. Dan ini perlu kita bahas, karena nanti akan ikut menentukan juga seperti apa penyediaan jasa jemputan karyawan kantor tersebut.
Pertama, tentu dari penghasilannya. Karyawan kantor pernghasilannya relatif lebih tinggi dari karyawan pabrik. Meskipun tidak selalu, tapi mayoritas seperti itu. Kecuali tentu bagi karyawan pabrik yang sudah sampai tingkat middle management. Disini nanti berpengaruh ke pricing dari layanan jasa jemputan karyawan kantor tersebut. Otomatis  pasang harga lebih tinggi lah, dibandingkan dengan jasa jemput pekerja pabrik.
Kedua, dari tingkat pendidikan. Karena pekerja kantoran biasanya adalah lulusan sarjana, sedangkan karyawan pabrik tingkat pendidikannya bervariasi. Dari mulai tidak berpendidikan formal hingga sarjana pun ada. Namun, mayoritas biasanya berpendidikan dasar dan menengah. Tentunya ini berpengaruh pada fleksibilitas komunikasi dan pemasaran jasa jemputan karyawan kantor tersebut.

Grup atau Perorangan

Jasa antar-jemput pekerja pabrik biasanya diketahui dari mulut ke mulut. Atau bisa juga dikoordinir melalui manajemen pabrik. Sedangkan jasa jemputan karyawan kantor biasanya  diketahui melalui iklan. Terkadang juga dari mulut ke mulut. Tapi sangat jarang ada perusahaan yang dengan sengaja mengatur jasa jemputan karyawan kantornya.
Oleh karena itu, biasanya untuk antar-jemput pekerja pabrik, sistem jemputannya berkelompok,  bersama-sama. Apalagi biasanya orang satu kampung banyak yang bekerja di pabrik yang sama. Sedangkan tipe jasa jemputan karyawan kantor biasanya berupa antar-jemput perorangan. Karena tujuan tempat kerjanya pun sering berbeda-beda.

Macet Masih Menjadi Tantangan

Satu lagi yang paling penting dan sudah dibahas di paragraf pertama adalah tingkat kemacetan. Karyawan kantor bekerja di daerah urban atau perkotaan, dimana tingkat kemacetannya tinggi. Sedangkan pekerja pabrik biasanya berada di daerah sub-urban atau bahkan rural. Ini tentu mempengaruhi tipe armada yang digunakan oleh jasa jemputan karyawan kantor tersebut.
Untuk antar-jemput pekerja pabrik memang dimungkinkan menggunakan armada yang besar. Tapi bagi usaha jasa jemputan karyawan kantor, sebaiknya dihindari. Karena tingkat macetnya yang sudah parah, kendaraan yang besar justru mempersulit mobilitas. Jadinya nanti bisa-bisa malah terlambat bekerja ataupun pulang, yang malah mengurangi produktivitas dan efisiensi waktu.
Dengan segala macam tantangan tersebut, walau bagaimanapun, usaha jasa jemputan karyawan kantor masih layak untuk dijalankan. Apalagi kini dengan maraknya aplikasi transportasi online, usaha tersebut dapat ditingkatkan secara optimal. Tentunya penyedia juga harus selalu mencermati, mengetes, dan mengukur area, dan target market, dan strategi yang tepat. Agar usahanya nanti  dapat terus tumbuh dan berkembang.

0 Response to "Jasa Jemputan Karyawan Kantor"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel